Juli 21, 2017

First Timer Using Face Mask from LUSH

Sebenernya udah penasaran banget sama produk LUSH ini dari lama tapi gak tau kenapa dulu pas jalan-jalan ke Jepang dan Eropa, nemu tokonya cuma nyium-nyium dari depan aja (wanginya enak banget soalnya) tapi gak masuk dan beli. Menyesal sudah, tapi dulu emang belum lenjeh kaya sekarang sih maenannya makeup sama skincare haha.

Dan akhirnya aku mendapatkan notifikasi di line kalau akan ada PO lush ke Jepang dengan harga yaaa bisa dibilang lebih murah daripada di shop lain. Aku beli ini di Manekinji, kalian bisa langsung cek ke IG nya ya dan of course ini trusted seller karena aku belanja di dia cukup memuaskan.

NOTE: "This is not a sponsor or endorse product, what im gonna talking about here are truly mine and from my heart".

Back again with what product i bought from LUSH.

Lush The Sacred Truth

Lush The Sacred Truth

Awalnya super duper bingung mau nitip yang mana. Karena pengen semua, tapi kan takut gak cocok ya baru pertama kali coba lush. Setelah searching kesana kesini, akhirnya aku memutuskan untuk mencoba si The Sacred Truth karena dia lebih diperuntukkan buat kulit kering plus bisa memudarkan fine line (im old i know). Akhir-akhir ini agak gimana gitu sama produk yang ada tulisan anti aging, ageing etc, pasti mata langsung ngelirik dan kuping langsung kaya radar.

Lush The Sacred Truth 

Mulai dari packaging ya, semua packaging dari produknya LUSH ini berwarna hitam kaya toples gitu. Ada keterangan expired date disetiap produknya. For your information bagi yang belum tau, produk face mask dari Lush ini hanya memiliki umur berkisar 3 minggu dari pembelian. Claim dari olshopnya sih, mereka bikin fresh jika ada pembelian dan dia menyarankan menggunakan jasa pengiriman YES supaya gak kelamaan dijalan.

Lush The Sacred Truth 

Biasanya masker-masker gini aku lebih suka aplikasiinnya dingin, jadi sebelum aku pakai aku masukkan ke kulkas dulu. Texturenya thick banget berwarna coklat kehijauan. Setelah diaplikasikan ke wajah secara merata, berasa wajah jadi lebih lembab karena ada kandungan soy yogurt, evening primrose oil, extra virgin coconut oil dan shea butter di dalamnya. Masker ini gak mengeras karena bukan untuk mengecilkan pori-pori melainkan menjaga kelembaban, menutrisi dan juga rich of antioxidant. Aku diamkan selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat dan ditutup dengan air dingin.

Lush The Sacred Truth 

Masker ini mengingatkan aku sama masker yang dulu suka aku pakai yaitu , rasanya hampir mirip hanya saja si LUSH ini lebih thick dan lembab.

Lush The Sacred Truth 

Aku beli produk ini dengan harga IDR 190k (sebelum ongkir). Menurutku cukup oke sih harganya, gak terlalu mahal juga, apalagi ini bisa digunakan beberapa kali.

 Lush The Sacred Truth

Sangking cepet si masa kadaluarsanya, aku gunakan 2-3 hari sekali untuk menjaga kelembaban muka aku. Hasilnya yang paling berasa sih muka jadi bersih dan lembab dan yang anehnya aku merasa skincare ku lebih cepat menyerap dari sebelumnya.

So produk lush apa yang pernah kamu pakai dan bagaimana hasilnya? sharing dibawah ya, siapa tau bisa keracunan jadi coba juga.

See you on my next mask review ~

6 komentar

  1. Cuma tiga bulan, membuat kita jadi rajin pakai karna sayang kalau sampai expire date. Ane baru tahu produk jangka expire date sebentar, biasanya 1/2/3 tahun, seringnya sih 1 thn

    BalasHapus
  2. Apapun yang ada tulisan anti aging nya itu memang bikin mata melek, jadi pengin beli hihi.

    BalasHapus
  3. Belum pernah pake produk Lush saya, hehe

    BalasHapus
  4. wah klau hasil nya jd bening kpingin Coba juga noted mba,,, Blum pernah makai produk lush sblumnya

    BalasHapus
  5. Duh putih banget kulitnya Mbak. *efek aku gagal fokus atau terlalu fokus ya? haha.

    BalasHapus
  6. Kalau kadaluwarsanya cepet, kudu rajin dipakai nih ya mbak :D

    BalasHapus