Hi food lovers, balik lagi disini aku mau review soal restoran yang aku datangi beberapa hari lalu.
THE FCTRY BISTRO & BAR
Restoran kali ini terletak di St. Moritz Lippo Mall Puri Indah,
Kembangan, Jakarta Barat. Hari itu pas banget aku lagi ada acara di
perkantorannya dan karena aku belum pernah ke Lippo Mall Puri jadi aku
memutuskan untuk jalan-jalan dulu sekalian mencari restoran untuk makan
malam. Setelah searching-searching akhirnya pilihan kita jatuh pada The
Fctry Bistro & Bar.
Gak sangka mall ini gede banget sampe terbagi dari 2 gedung gitu. Dan
mencari restoran ini pun gak segampang yang aku pikirkan. Letaknya bukan
di dalam mall melainkan ada di bawah apartment St. Moritz, kalian bisa
tanya ke security kalau bingung (like me hehe).
Restaurant ini cukup terbilang mungil dengan kapasitas tempat
duduknya tidak telalu banyak. Suasananya agak remang dan cukup nyaman
dengan dekorasi yang old fashioned in modern way, terlihat pipa-pipa
berwarna hitam di sisi dinding yang membuat restoran ini terlihat
mengikuti jaman.
Barnya juga bukan bar yang ada tempat duduknya, jadi hanya ada banyak
deretan minuman liquor yang dipajang dibagian depan dan juga ada
berbagai macam wine yang tentunya bisa kita order.
Terdapat open kitchen juga dimana kita bisa langsung melihat chef
menyiapkan dan menyediakan makanan yang kita pesan sebelum dibawa waiter
ke meja kita.
Restaurant ini sepertinya juga menyediakan tempat untuk kalian yang
ingin mengadakan acara, jadi pas kalian masuk ke restaurant di sisi
sebelah kiri ada projector yang bisa kalian gunakan dan ukurannya cukup
besar.
Aku cukup suka dengan suasana didalam restaurant ini yang bikin kita
jadi relax, bisa sambil chit chat menikmati hidangan yang dipesan, gak
terlalu berisik ataupun penuh sampe ada juga yang kerja karena mereka
juga menyediakan colokan untuk charge our laptop.
Sekarang kita masuk ke hidangannya.
Setelah kita order, kita akan disuguhkan 2 fresh bread sebagai hidangan
pembuka dan juga butter. Harum dari Soft bread dan Hard bread yang
mereka sediakan sangat menggugah selera makan kita. Bagian
dalamnya cukup lembut dan karena masih hangat butternya juga cepat
meleleh dan menyerap pada roti. Ukuran roti tidak telalu besar jadi pas
untuk makanan pembuka, dan ini diberikan secara free.
- The Appetizer -
Karena kami berdua cukup lapar (maklum skip lunch), jadinya kita memesan 2 makanan pembuka.
Salt & Pepper Calamari
IDR 65k
Calamari atau yang biasa dikenal dengan cumi ini digoreng dengan bumbu
hingga crispy adalah menu pembuka yang aku pilih. Begitu mendengar kalau
bumbu yang mereka gunakan adalah Sichuan (bumbu pedas khas china)
Peppercorn Salt aku langsung tertarik untuk mencoba. Karena biasanys
sichuan itu disajikan basah, tapi ini kering.
Hidangan ini disuguhkan dengan pendamping Sriracha Soy sebagai dipping
saucenya. Rasanya pedas, asin dan manis menjadi satu yang membuat aku
gak berenti untuk memakannya.
Calamarinya sendiri sangat empuk dan tidak berbau amis. Dan menurut aku
ini porsi yang cukup besar untuk makanan pembuka. Jadi saranku sharing
is the best way.
French Fries
IDR 45k
French Fries atau kentang goreng kali ini dipesan oleh bee, karena dia
memang salah satu penggemar kentang goreng. Sering banget dia memesan
menu satu ini sebagai menu pendamping ataupun pembuka kalau kita makan
di restoran. Memang menu yang satu ini cocok banget sih untuk mengisi
waktu dimana kita menunggu makanan utama kita datang.
Tapi ini bukan french fries biasa loh. Aku juga awalnya berpikir kalau
ini cuma kentang goreng biasa aja, tapi ternyata dia menggunakan bumbu
kering yang diaduk bersama dengan si kentang goreng. Mengingatkanmu pada
salah satu stool kentang goreng yang ada di mall-mall?? NOOO ini
berbeda dengan yang itu ya, karena kentang goreng yang disajikan ini
bentuknya so pasti lebih besar dan kalau dilihat dari cutting-an nya
sepertinya sih ini hand made.
Bumbunya sendiri juga enak banget, tidak terlalu menyengat tapi sudah
terasa asin dan agak sedikit pedas. For me, gak usah di cocol sambal
lagi juga udah enak banget. Garing, ukurannya agak besar dan berbumbu,
ini yang aku suka dari french fries mereka.
- The Main Course -
Sebelum kita menghabiskan hidangan pembuka, makanan utamanya tiba di meja kita. Dan ini dia yang kita pesan.
Signature Crispy Pork Belly
IDR 160k
Ini dia salah satu menu andalan mereka yaitu pork belly dengan kulit
yang crunchy. Awalnya aku gak bisa membayangkan sih seperti apa tampilan
menu kali ini, karena dimenu tidak tersedia foto makanan yang mereka
jual. Biasanya ini jadi andalanku kalau pesan makanan di restoran yang
belum pernah aku coba, hanya lihat dari penampilannya aja, tapi karena
kita sempet searching dulu sebelum makan disini, jadi kita udah tau
kalau andalan mereka adalah pork bellynya. So sorry kalau menu yang aku
review kali ini tidak halal, mereka menjual beberapa menu diluar pork
sih jika kalian mau mencoba restaurant ini, tapi kembali ke kalian ya,
disini aku hanya coba untuk mereview salah satu restoran yang aku coba.
Back to the dish, setelah disuguhkan ternyata mereka menatanya seperti
steak dengan 3 big slice of pork belly. Dari menunya sih dituliskan
kalau ini Balinese pork with green apple puree dan apple succotash. Rasa
porknya tuh bener-bener enak karena bumbunya meresap ke dalam dan
jugaempuk, jadi gak salah kalau mereka bilang ini favorite semua orang
dan menjadi menu andalan mereka. Kulit pork bellynya juga crunchy,
walaupun menurutku agak terlalu keras. Kalau kalian kesini, ini salah satu menu yang memang harus kalian coba.
Masih ingat kan kalau aku bilang menu
andalan restoran ini adalah pork bellynya? aku gak mau kalah juga dengan
bee dan ini dia yang aku pesan.
Crispy Pork Belly with Sambal Matah
IDR 90k
Menu pork belly kali ini disuguhkan didalam
mangkok diatas nasi. Sesuai dengan namanya Sambal Matah, gak akan
puas kalau makannya gak bareng nasi. Pork Belly yang diberikan
sebenarnya mirip dengan menu sebelumnya, hanya saja potongannya lebih
kecil supaya sesuai dengan mangkoknya yang gak terlalu besar juga.
Sambal matahnya is the best, gurih dengan
potongan bawang dan pedas karena cabe rawit. Bagi yang gak suka pedas,
kalian bisa minta agar sambal matahnya dipisah. Aku bilang begini karena
pedasnya tuh pedas banget, aku sendiri sampe menyisihkan si cabe rawit
supaya gak terlalu pedas.
Kalau aku sendiri lebih menyukai si sambal
matah dibanding dengan signature yang biasa. Tapi tergantung selera sih
kamu lebih suka yang ke arah western atau indonesian, tapi keduanya
memang patut untuk dicoba karena kamu gak akan nyesel deh.
Karena sudah cukup kenyang jadi kita gak
memesan dessert, padahal aku sempet ngiler sama beberapa dessert mereka
pas baca di buku menu. But i will back again next time yaaa.
- The Drink -
Udah makan yang berlemak jadi mau sedikit
mengurangi guilty feeling dengan memesan teh panas. Mereka menggunakan
tea bag dari Tea et al dan aku memesan Midnight in Paris (idr 40k).
Why?
karena namanya keren haha dan plus teh ini wanginya enak banget jadi
kaya bunga gitu dan rasanya pun tidak terlalu pahit. Harganya memang
agak mahal, tapi kalian bisa free refill sesukamu.
Kalau bee pesennya Ginger Ale with Lemon.
Baru kali ini sih aku nyoba ginger ale (idr 25k) dengan lemon dan
ternyata rasanya enak banget, jadi bikin lebih seger dan gak terlalu
tawar, ada asem-asemnya dikit. Nice try.
Sejauh ini aku cukup terkesan sama restoran
ini, makanan yang disediakan dari awal hingga akhir pun enak semua,
sayangnya aku gak sempet coba dessertnya. Hanya aja letaknya agak susah
dicari. Kalau kalian lagi main di daerah Lippo Mall Puri, jangan lupa
mampir ke restoran ini karena ini cukup worth to try.
Tips dari aku, kalau kalian mau makan untuk
lunch or dinner, better bikin reservation dulu karena ruangan yang
tidak terlalu besar.
The Fctry Bistro & Bar
Lippo Mall Puri
The St. Moritz, Lantai Ground,
Jl.Puri Indah Boulevard Blok U No. 1,
Puri Indah, Jakarta
t: 021-29111038
See you on my next food review ~





















































Social Icons